Shopping Cart Details


Order Details Amount
GRAND TOTAL:

Please choose a checkout option.
No personal data required.

Send in Orders

It's Quick & Easy! Details here will not be published.

Please include messages to us here.

Categories

Klon Kopi Robusta, Kopi Unggul Robusta Indonesia

Robusta Unggul Indonesia
Robusta Unggul Indonesia
KOPIGIRASCUKIL - Kopi robusta diturunkan dari beberapa spesies terutama Canephora. Mungkin karena alasan itu, sumber bibit tanaman untuk robusta tidak disebut varietas melainkan klon. Sama dengan varietas pada arabika, klon unggul robusta di Indonesia dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka).


Berikut ini beberapa jenis klon kopi Robusta yang direkomendasikan lembaga tersebut.


Klon BP308. Klon ini merupakan tanaman unggul yang tahan terhadap serangan nematoda. Keistimewaan lain klon robusta ini adalah toleran terhadap tanah yang kurang subur. BP308 dianjurkan untuk dijadikan batang bawah, sedangkan batang atasnya disambung dengan klon-klon lain yang disesuaikan dengan agroklimat setempat.

Klon BP42. Klon jenis ini memiliki produktivitas 800-1200 kg/ha/tahun. Perawakannya sedang dengan banyak cabang dan ruasnya pendek. Buah yang dihasilkan besar dan dompolannya rapat.

Klon SA436. Memiliki produktivitas yang cukup tinggi, mencapai 1600-2800 kg/ha/tahun. Bentuk biji dari klon ini kecil dan ukurannya tidak seragam.

Klon BP234. Produktivitasnya 800-1200 kg/ha/tahun. Perawakan ramping dengan percabangan yang panjang dan lentur. Butiran buah agak kecil dan ukurannya tidak seragam.

Enam Varitas Utama Kopi Arabika

Varitas Arabika

KOPIGIRASCUKIL - Kopi arabika memiliki banyak varietas,jika dihitung jumlahnya ada lebih dari 20 varietas biji. Dari sekian banyak varietas tersebut, kemudian para ahli mengelompokkannya menjadi 6 varietas utama.


Adapun 6 varitas utama dari kopi Arabika adalah sebagai berikut:

1. Typica

Varietas biji kopi arabica jenis Typica ini merupakan varietas pertama yang masuk ke Indonesia. Pertama kali dibawa oleh Belanda ketika datang ke Indonesia. Namun varietas asli Typica yang dibawa oleh Belanda ini kemudian punah ketika Coffee Leaf Rust menyerang Indonesia. Untungnya tidak semua punah, karena masih ada varietas Typica lokal yaitu Bergendal dan Sidikalang yang banyak di temui di dataran tinggi seperti Sumatera, Sulawesi, dan Flores. Biasa berkolasi di perkebunan yang berada di daerah terpencil.

2. Hybrido de Timor (HDT)

Varietas Hybrido de Timor di Indonesia biasa disebut juga sebagai varietas “Tim Tim”, asal kata dari Timor Timur. Varietas ini adalah hasil dari persilangan alamiah antara Arabika dan Robusta. Varietas Tim Tim pertama kali mengalami masa panen di tempat asalnya yaitu Timor Timur pada tahun 1978. Karena kualitas nya yang bagus, kemudian varietas ini coba di tanam di daerah lain seperti Aceh dan Flores pada tahun 1980. Sekarang varietas Tim Tim juga telah dikenal dengan sebutan lain yaitu Varietas Churia.


3. Linie S
Linie S adalah varietas kopi Arabika yang berasal dari India. Varietas Linie S kemudian di kembangkan menggunakan kultivar Bourbon. Jenis umum yang paling dikenal dari hasil pengembangan Linie S ini adalah S-288 dan S-795. Varietas ini banyak di temukan di daerah dataran tinggi seperti Aceh, Lintong, Jawa, Bali, Sulawesi, Flores dan Papua.

4. Linie Ethiopia

Varietas Kopi Arabika jenis Linie Ethiopia ini pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1928, dimana ketika itu pertama kali dibawa ke pulau Jawa. Daerah pertama yang mengembangkan varietas ini adalah Aceh. Varietas lain yang termasuk dalam keturunan Ethiopia adalah Rambung dan Abyssinia. Varietas Linie Ethiopia kemudian dikembangkan juga di Sumatera dan Flores, yang kemudian dikenal dengan nama “USDA”, dimana nama ini diambil dari proyek pemerintah Amerika Serikat kala itu pada tahun 1950 ketika berlangsung di Indonesia.

5. Catura Cultivars
Varietas kopi Arabika jenis ini merupakan hasil persilangan dari Kopi Bourbon yang berasal dari Brazil.

6. Lini Catimor
Varietas Lini Catimor juga mirip dengan Tim Tim, sama-sama hasil persilangan dari Arabika dan Robusta. Namun varietas ini dikenal sebagai jenis varietas yang kurang baik, karena memiliki aroma dan rasa yang tidak sebaik kopi lain nya. Namun kini sedang dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai varietas ini, karena di daerah Aceh, varietas ini memiliki aroma dan rasa yang baik, biasa nya petani kopi Aceh menyebutkan dengan varietas “Ateng Jaluk“.

Keanekaragaman kopi Indonesia inilah yang membuat kopi Arabika Indonesia menjadi kopi terbaik di dunia. Kaya rasa dan Aroma yang memikat. Kopi Indonesia selalu menjadi pilihan utama para pecinta kopi dunia, bahkan cafe-cafe ternama pun menggunakan Kopi Asli Indonesia sebagai coffee blend mereka atau Espresso.

Kopi Excelsa, Tanaman Kopi yang Bisa Tumbuh Di Tanah Gambut

Jenis-jenis kopi

KOPIGIRASCUKIL - Kopi Excelsa ditemukan pada awal abad ke-20 di wilayah Afrika Barat. Pada awalnya tanaman ini disebut sebagai spesies Coffea Excelsa, kadang-kadang disebut spesies Coffea Dewevrei. Belakangan dikoreksi menjadi Coffea Liberica var. Dewevrei, sebagai salah satu varietas kopi Liberika. Namun nama-nama tersebut masih menjadi perdebatan para ahli. Kopi Excelsa memiliki banyak nama sinonim.



Saat ini kopi Excelsa tidak banyak dibudidayakan. Lebih dari 90% perdagangan kopi dunia dikuasai oleh jenis kopi Arabika dan Robusta, sebagian kecil sisanya Liberika dan Excelsa. Di Indonesia kopi Excelsa bisa ditemukan di Jambi, ditanam di dataran rendah bertanah gambut.


Klasifikasi tanaman
Seperti sudah disinggung di awal ada banyak nama sinonim untuk nama latin kopi Excelsa. Auguste Chevalier, menyebut kopi ini sebagai spesies Coffea Excelsa. Sementara itu peneliti lainnya, yakni Émile De Wildeman dan Théophile Durand menyebutnya sebagai spesies Coffea Dewevrei.


Belakangan, Jean Paul Antoine Lebrun, menggolongkan kopi Excelsa sebagai salah stau varietas dari kopi Liberika dengan nama ilmiah Coffea Liberica var. Dewerei. Selain itu, ada juga yang menamakannya Coffea Liberica var Excelsa. Meskipun memiliki banyak nama sinonim, dalam dunia perdagangan komoditas ini dikenal sebagai Excelsa.

Deskripsi tanaman
Kopi Excelsa ditemukan pertama kali pada tahun 1905 oleh August Chevalier, seorang botanis dan ahli taxonomi asal Perancis. Dia menemukan kopi ini di sekitar aliran Sungai Chari tidak jauh dari Danau Chad di Afrika Barat. Warna daunnya hijau tua dengan bagian belakang berwarna hijau terang. Ukuran daun lebar dan luas. Bunganya berwarna putih dan besar, tumbuh berkelompok terdiri dari satu sampai lima bunga dalam satu kelompok. Buah kopi Excelsa pendek dan lebar. Bijinya lebih kecil dari Robusta, warnanya kuning cerah seperti Liberika.


Habitat tumbuh
Tanaman kopi Excelsa cocok dikembangkan pada ketinggian lahan mulai 0-750 meter di atas permukaan laut. Idealnya di daerah beriklim tropis dengan curah hujan sedang. Pada tingkat curah hujan tinggi tanaman ini akan lebih mengembangkan kayunya dibanding buahnya. Kopi Excelsa memerlukan waktu satu hingga dua bulan dengan curah hujan kurang dari 50 mm untuk berbunga. Tanaman ini diketahui tahan terhadap penyakit Karat Daun (Hemileia Vastratrix - HV). Produktivitas kopi Excelsa mencapai 1,2 ton per hektar.
Di Indonesia kopi Excelsa dibudidayakan secara terbatas di daerah Tajung Jabung Barat, Jambi. Tanaman ini bisa tumbuh di tanah gambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Kopi Excelsa termasuk tanaman kopi yang bisa cepat menghasilkan, dalam kurun 3,5 tahun buahnya sudah bisa dipanen.

Kopi Liberika, Tanaman Kopi Liar dari Liberia

Jenis-jenis kopi
Kopi Rasa Sayur
KOPIGIRASCUKIL - Kopi liberika adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.
Kopi Liberika dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada abad ke-19. Kopi ini dikembangkan untuk menggantikan tanaman Arabika yang terserang wabah penyakit Karat Daun. Namun upaya tersebut kurang berhasil karena tanaman kopi Liberika juga mengalami hal yang sama, terserang hama Karat Daun.
Kopi liberika adalah kopi yang seringkali disebut oleh masyarakat sebagai kopi nongko atau kopi nangka. Menurut peneliti dan pencicip kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Yusianto kopi ini disebut kopi nongko karena bijinya yang besar-besar. Kalau dirasakan, kopi ini memiliki cita rasa sayur. Seperti rasa kacang panjang mentah.


Saat ini kopi Liberika ditanam secara terbatas di negara-negara Afrika dan Asia. Secara global produksinya jauh dibawah Arabika dan Robusta. Di Indonesia kopi Liberika bisa ditemukan di daerah Jambi dan Bengkulu. Sebagian besar hasil produksi Liberika dari tempat tersebut di ekspor ke Malaysia.


Sejarah budidaya kopi Liberika
Seperti sudah disinggung sebelumnya, nama Liberika diambil dari nama tempat ditemukannya jenis kopi ini yakni di daerah Liberia. Walaupun sebenarnya jenis kopi ini ditemukan juga di daerah lainnya di Afrika. Pada tahun 1878 Belanda membawa kopi Liberika ke Indonesia untuk menggantikan tanaman kopi Arabika yang rusak terserang penyakit Karat Daun atau Hemelia Vastatrixi (HV).

Liberika diketahui lebih tahan terhadap penyakit HV dibanding Arabika. Namun pada tahun 1907 tanaman Liberika mengalami hal yang sama dengan Arabika. Hampir semua perkebunan kopi Liberika yang terletak di dataran rendah rusak terserang HV. Selanjutnya pemerintah Belanda mengganti Liberika dengan jenis Robusta.
Daya tahan kopi Liberika terhadap penyakit HV lebih baik dibanding Arabika namun tidak setahan kopi Robusta. Saat ini Liberika ditanam secara terbatas, tidak sebanyak Arabika atau Robusta. Tanaman kopi ini kurang disukai petani karena rendemen hasil pengolahan buahnya rendah.
Kopi Liberika merupakan tanaman endemik Afrika. Penyebarannya meliputi Liberia, Burkina Faso, Pantai Gading, Gabon, Gambia, Gana, Maurtania, Nigeria, Uganda, Kamerun hingga Anggola. Liberika banyak dibudidayakan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Afrika Barat, Guyana dan Suriname. Selain itu secara terbatas dibudidayakan juga di Mauritius, India, Srilangka, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Timor-timur.


Di Indonesia, kopi jenis ini bisa ditemukan di daerah Jambi dan Bengkulu. Di Jambi, produsen Liberika terkonsentrasi di wilayah Tanjung Jabung.

Botani kopi Liberika, Klasifikasi tanaman
Nama ilmiah untuk kopi liberika adalah Coffea liberica var. Liberica. Pada awalnya tanaman ini digolongkan ke dalam spesies yang sama dengan kopi robusta dengan nama ilmiah Coffea canephora var. liberica. Namun pengelompokkan terbaru menyatakannya sebagai spesies tersendiri dengan nama Coffea liberica. Karena secara morfologi dan sifat-sifat lainnya berbeda dengan robusta. Selain kopi liberika, terdapat varietas lain dalam spesies Coffea liberica yakni kopi excelsa dengan nama ilmiah Coffea liberica var. Dewevrei.

Deskripsi Tanaman
Buah kopi liberika memiliki ukuran cukup besar. Bentuknya bulat hingga lonjong dengan panjang sekitar 18-30 mm. Dalam satu buah terdapat 2 biji kopi yang masing-masing memiliki panjang sekitar 7-15 mm. Diantara jenis kopi budidaya lainnya, liberika memiliki ukuran buah paling besar.


Namun meski buahnya besar, bobot buah keringnya hanya 10% dari bobot basahnya. Sifat seperti ini kurang disukai para petani karena penyusutan bobot saat panen hingga buah siap olah cukup tinggi. Sehingga ongkos panen menjadi relatif lebih mahal.6 Keadaan ini yang membuat petani enggan mengembangkan jenis kopi liberika.
Habitat tumbuh
Kopi Liberika tumbuh baik di daerah tropis dataran rendah dengan ketinggian 400-600 meter dari permukaan laut. Namun tetap bisa tumbuh dan berbuah hingga ketinggian 1200 meter. Suhu ideal pertumbuhannya ada pada kisaran 27-30ºC dengan curah hujan 1500-2500 mm per tahun.7 Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik pada lahan yang tersinari penuh ataupun di bawah naungan pohon lain. Kopi liberika juga memiliki toleransi tinggi pada tanah yang kurang subur. Jenis tanaman ini bisa tumbuh di atas tanah lempung hingga tanah berpasir serta tahan terhadap kekeringan maupun cuaca basah.

Varietas Tanaman
Varietas kopi liberika tidak banyak, yang populer diantaranya Ardoniana dan Duvrei. Pada tahun 2014, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslit Koka) melepas spesies kopi liberika dengan nama varietas “Libtukom” kependekan dari Liberika Tunggal Komposit. Libtukom merupakan varietas liberika pertama yang dianjurkan di Indonesia. Varietas libtukom dikembangkan dari kopi liberika yang ada di daerah Tanjung Jabung Barat, Jambi. Varietas ini memiliki keunggulan tahan hama karat daun, bisa ditanam di dataran rendah dan bisa ditanam di lahan marginal seperti tanah gambut.
Liberika varietas libtukom memiliki kemiripan dengan excelsa. Namun terdapat beberapa ciri yang membedakannya, yakni libtukom memiliki daging buah yang tebal sedangkan excelsa lebih tipis mirip arabika. Selain itu pada pupus daunnya, libtukom berwarna hijau hingga hijau kecoklatan sedangkan excelsa merah kecoklatan.8
Perdagangan kopi liberika
Kopi Liberika tidak banyak diperdagangkan di pasar internasional. Saat ini perdagangan kopi dunia didominasi oleh jenis Arabika sekitar 70% dan robusta 28%, sisanya jenis Liberika dan Excelsa. Di wilayah Asia Tenggara, Liberika banyak disukai oleh konsumen di Malaysia. Kopi Liberika asal Indonesia sebagian besar diekspor ke Malaysia, sisanya diperdagangkan secara lokal.

Tentang Kopi Robusta Dengan Nama Ilmiahnya Coffea Canephora

Jenis-jenis kopi

KOPIGIRASCUKIL - Robusta adalah salah satu jenis tanaman kopi dengan nama ilmiah Coffea Canephora. Kopi Robusta berasal dari kata ‘robust’ yang artinya kuat, sesuai dengan gambaran postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat.


Kopi Robusta merupakan turunan dari spesies Coffea canephora. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta memiliki cita rasa yang kuat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika.



Biji kopi Robusta banyak digunakan sebagai bahan baku kopi siap saji (instant) dan pencampur kopi racikan (blend) untuk menambah kekuatan cita rasa kopi. Selain itu, biasa juga digunakan untuk membuat minuman kopi berbasis susu seperti capucino, cafe latte dan macchiato.
Biji kopi robusta dianggap inferior dan dihargai lebih rendah dibanding Arabika. Secara global produksi Robusta menempati urutan kedua setelah Arabika. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi Robusta terbesar di dunia. Sebagian besar perkebunan kopi di negeri ini ditanami jenis Robusta, sisanya arabika, liberika, dan excelsa.

Asal usul tanaman
Kopi Robusta ditemukan pertama kali di Kongo pada tahun 1898 oleh ahli botani dari Belgia. Robusta merupakan tanaman asli Afrika yang meliputi daerah Kongo, Sudan, Liberia, dan Uganda. Robusta mulai dikembangkan secara besar-besaran di awal abad ke-XX oleh pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia.


Pengembangan kopi Robusta berawal dari bencana wabah penyakit karat daun atau Hemileia Vastatrix (HV) yang menyerang tanaman kopi. Pada tahun 1878 sebagian besar perkebunan kopi di Indonesia rusak akibat penyakit tersebut. Kemudian Belanda mengganti arabika dengan liberika. Namun di tahun 1890 kopi liberika juga mengalami penyakit yang sama.


Pada tahun 1902 didatangkan jenis kopi Robusta dari kebun raya Jardine di Brussel, Belgia. Setelah diteliti tanaman tersebut dipastikan lebih tahan terhadap penyakit karat daun. Lalu pada tahun 1907 tanaman kopi Liberika diganti dengan Robusta. Upaya kali ini berhasil, Robusta terbukti memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit karat daun.
Hingga saat ini perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia didominasi jenis robusta. Dalam perdagangan komoditas kopi global, Indonesia merupakan penghasil kopi robusta terbesar dunia setelah Vietnam dan Brasil. Lebih dari 80% perkebunan kopi di Indonesia ditanami robusta, sekitar 17% ditanami arabika, sebagian kecil sisanya ditanami liberika dan excelsa.


Botani kopi Robusta
Pohon kopi Robusta memiliki perakaran dangkal oleh karena itu sedikit rentan dengan kekeringan. Tanaman ini memerlukan tanah yang kaya kandungan organik untuk menopang pertumbuhannya. Bila ditanam di dataran rendah, Robusta memiliki ketahanan yang jauh lebih baik terhadap penyakit karat daun dibanding Arabika.

Klasifikasi tanaman
Kopi Robusta tergolong dalam suku Rubiaceae marga Coffea. Nama ilmiahnya adalah Coffea Canephora, lebih khususnya Coffea Canephora var. Robusta. Sebelumnya kopi Liberika juga digolongkan ke dalam spesies Coffea Canephora, namun belakangan disebut sebagai spesies tersendiri, yakni Coffea Liberica.

Deskripsi tanaman
Daun kopi Robusta bentuknya oval dengan ujung meruncing. Daun tumbuh pada batang, cabang dan ranting. Pada bagian batang dan cabang daunnya tumbuh berselang seling, sedangkan pada bagian ranting daunnya tumbuh pada bidang yang sama.
Dari segi ukuran, buah kopi Robusta lebih kecil dibanding Arabika. Ketika muda kulit buah berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat matang. Buah yang telah matang tetap menempel kuat ditangkainya, tidak rontok seperti Arabika. Bentuk bijinya cenderung membulat dan ukurannya lebih kecil dari Arabika.

Habitat tumbuh
Kopi Robusta tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-900 meter dari permukaan laut. Namun idealnya ditanam pada ketinggian 400-800 meter. Suhu rata-rata yang dibutuhkan tanaman ini sekitar 26°C dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 5-6,5.

Mengenal Kopi Arabika (Coffea Arabica)

Jenis-jenis kopi

KOPIGIRASCUKIL - Terkait Kopi Arabika ini ditengarai pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl Von Linné) pada tahun 1753.


Kopi Arabika adalah Kopi yang memiliki kandungan kafein sebasar 0.8 - 1.4% ini berasal dari Etiopia. Arabika atau Coffea arabica merupakan spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang.


Kopi arabika tumbuh di daerah di ketinggian 700-1700 m dpl dengan suhu 16 - 20 °C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Dan dengan curah hujan berkisar antara 1200-2000 mm per tahun.


Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia Vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi atau ketinggian kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perhatian lebih dibanding kopi Robusta atau jenis kopi lainnya.


Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi Arabika membutuhkan periode kering selama 4 - 5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon Arabika akan berbunga diakhir musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan kegagalan berbuah.


Kopi Arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang diinginkan kopi Arabika berkisar 5,5 - 6.


Struktur tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2 - 3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohon kopi arabika memiliki percabangan yang banyak. Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi arabika berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina.


Waktu yang dibutuhkan dari berbunga sampai berbuah adalah 9 bulan. Bentuk buah kopi arabika bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.


Secara umum karakteristik kopi arabika adalah sebagai berikut:

Memiliki karakter rasa yang cenderung asam.
Memiliki aroma yang kuat, wangi sedap mirip penampuran buah dan bunga.
Lebih kaya rasa.
Sifat kekentalan (body) atau rasa kental saat disesap di mulut.
Kandungan kafein yang lebih kecil atau rendah,sekitar 0,8% - 1,4%.
Lebih cocok sebagai kopi single origin.
Dan harganya juga lebih mahal dibanding kopi robusta.
Pemberian level kopi arabika sampai ke specialty coffee.


Kopi arabika saat ini telah menguasai kurang lebih sekitar 60% pasar kopi dunia dan harganya jauh lebih tinggi daripada jenis kopi lainnya. Di Indonesia kita dapat menemukan sebagian besar perkebunan kopi arabika di daerah pegunungan toraja, Sumatera Utara, Aceh dan di beberapa daerah di pulau Jawa. Beberapa varietas kopi arabika memang sedang banyak dikembangkan di Indonesia antara lain kopi arabica jenis Abesinia, arabika jenis Pasumah, Marago, Typica dan kopi arabika Congensis.


Berikut adalah beberapa jenis kopi arabika yang terkenal di dunia diantaranya:

  • Arabica jawa. Kopi ini sangat terkenal di seluruh dunia,sehingga nama Jawa menjadi identitas untuk kopi. Bahkan logo program komputer “Java” menggunakan lambang secangkir kopi untuk meng-identikkan kopi dengan “Java”.
  • Sumatera Mandheling dan Sumatera Lintong. Mandheling dinamakan menurut suku Batak Mandailing di Sumatera Utara di Indonesia. Kopi Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatera Utara. Sedangkan Kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo.
  • Sulawesi Toraja Kalosi. Kopi ini di tanam di daerah pegunungan tinggi di Sulawesi. Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dai Sulawesi ini agak sedikit lebih kuat dari kopi Sumatera.
  • Costa Rican Tarrazu dari “San Marcos de Tarrazu valley” di pegunungan di luar San Jos, Costa Rica.
  • Guatemala Huehuetenango. Ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara Guatemala.
  • Ethiopian Harrar, dari Harrar,  Ethiopia
  • Ethiopian Yirgachaffe, dari daerah di kota Yirga Cheffe di provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.
  • Kopi Kolombia (Colombian Coffee). Pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1880.
  • Colombian Milds. Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania.
  • Hawaiian Kona Coffee. Ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii. Kopi ini diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini oleh Chief Boki. Ia adalah gubernur Oahu pada tahun 1825.
  • Jamaican Blue Mountain Coffee. Dari Blue Mountains di Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannya.
  • Kenyan. Terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.
  • Mexico. Memproduksi biji kopi yang keras.
  • Mocha. Kopi dari Yemen. Dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen. Jangan disalah artikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.
  • Santos, dari Brasilia. Memliki tingkat keasaman yang rendah.
  • Tanzania Peaberry ditanam di gunung Kilimanjaro di Tanzania. “Peaberry” artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap buah. Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh secara alami pada 10% dari hasil panen kopi.
  • Uganda. Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta, ada juga kopi arabika berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu.

Di Seluruh Dunia, Kopi Hanya Terbagi Dalam Empat Jenis

Jenis-jenis kopi

KOPIGIRASCUKIL - Berdasarkan catatan International Coffee Organization (ICO), terdapat 4 jenis kopi yang diperdagangkan secara global yakni kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika dan kopi excelsa. Keempat jenis kopi tersebut berasal dari 3 spesies tanaman kopi.


Arabica dihasilkan oleh tanaman Coffea arabica. Robusta dihasilkan tanaman Coffea canephora. Sedangkan liberika dan excelsa dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica, persisnya Coffea liberica var. Libericauntuk kopi liberika dan Coffea liberica var. Dewevrei untuk kopi excelsa.
Dalam perkembangannya, masing-masing jenis kopi tersebut telah berkembang menjadi beberapa varietas.


Saat ini kopi ditanam di lebih dari 50 negara di dunia. Brasil, Vietnam, Kolombia, Indonesia dan Etiopia merupakan negara-negara penghasil kopi paling terbesar.


Brasil merupakan penghasil kopi paling dominan. Jumlah produksi kopi kopi berhasil sekitar sepertiga dari total produksi kopi dunia. Pada tahun 2015 Brasil menghasilkan sekitar 2,5 juta ton biji kopi. Produksi kopi di Brasil didominasi oleh jenis arabika sekitar 80%, sisanya robusta. Kopi arabika dinilai lebih baik dan dihargai lebih tinggi dibanding jenis kopi lainnya.


Sementara itu, pada tahun 2015 Indonesia menempati posisi ke-empat negara penghasil kopi. Menurut Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), sekitar 83% produksi kopi Indonesia dari jenis robusta dan 17% arabika.8Indonesia juga menghasilkan kopi jenis liberika dan excelsa namun jumlahnya tidak signifikan bila dibandingkan arabika dan robusta.

Sejarah Kopi Di Nusantara

Perdagangan Kopi di Indonesia

KOPIGIRASCUKIL - Sejarah kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1696 ketika Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Jawa. Mereka membudidayakan tanaman kopi tersebut di Kedawung, sebuah perkebunan yang terletak dekat Batavia. Namun upaya ini gagal kerena tanaman tersebut rusak oleh gempa bumi dan banjir.

Upaya kedua dilakukan pada tahun 1699 dengan mendatangkan stek pohon kopi dari Malabar. Pada tahun 1706 sampel kopi yang dihasilkan dari tanaman di Jawa dikirim ke negeri Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam. Hasilnya sukses besar, kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Selanjutnya tanaman kopi ini dijadikan bibit bagi seluruh perkebunan yang dikembangkan di Indonesia. Belanda pun memperluas areal budidaya kopi ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.
Pada tahun 1878 terjadi tragedi yang memilukan. Hampir seluruh perkebunan kopi yang ada di Indonesia terutama di dataran rendah rusak terserang penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix (HV). Kala itu semua tanaman kopi yang ada di Indonesia merupakan jenis Arabika(Coffea arabica). Untuk menanggulanginya, Belanda mendatangkan spesies kopi liberika (Coffea liberica) yang diperkirakan lebih tahan terhadap penyakit karat daun.
Sampai beberapa tahun lamanya, kopi liberika menggantikan kopi arabika di perkebunan dataran rendah. Di pasar Eropa kopi liberika saat itu dihargai sama dengan arabika. Namun rupanya tanaman kopi liberika juga mengalami hal yang sama, rusak terserang karat daun. Kemudian pada tahun 1907 Belanda mendatangkan spesies lain yakni kopi robusta (Coffea canephora). Usaha kali ini berhasil, hingga saat ini perkebunan-perkebunan kopi robusta yang ada di dataran rendah bisa bertahan.
Pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, seluruh perkebunan kopi Belanda yang ada di Indonesia di nasionalisasi. Sejak itu Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.

Catatan Awal Tentang Budaya Minum Kopi

Budaya minum kopi

KOPIGIRASCUKIL - Dokumen tertulis yang paling tua tentang kopi ditemukan dalam catatan Al Razi (850-922) seorang ilmuwan muslim yang juga ahli kedokteran. Dia menyebut suatu minuman yang ciri-cirinya mirip kopi dengan sebutan bunshum.

Catatan ini diperkuat oleh seorang ahli kedokteran setelahnya, Ibnu Sina (980-1037 ), yang menggambarkan sesuatu biji yang bisa diseduh dan berkhasiat menyembuhkan salah satu penyakit perut. Semua keterangan yang diberikan Ibnu Sina merujuk pada ciri-ciri kopi yang kita kenal saat ini. Dia menyebut minuman tersebut bunshum dan bijinya dengan nama bun.
Kopi menjadi komoditas ekonomi penting di dunia islam. Minuman kopi sangat populer di kalangan para peziarah di kota Mekah, meskipun pernah beberapa kali dinyatakan sebagai minuman terlarang. Para peziarah meminum kopi untuk tetap terjaga ketika beribadah di malam hari.
Popularitas kopi semakin meluas di masa kekhalifahan Turki Ustmani. Di ceritakan minuman kopi menjadi sajian utama di setiap perayaan di Istambul. Di masa ini juga kopi mulai disukai orang-orang Eropa.
Di awal tahun 1600-an para pedagang di Venesia membeli kopi dari pelabuhan Mocha di Yaman. Dari tempat ini menyebar ke daerah Eropa lainnya. Kemudian pada tahun 1668 kopi mulai menyeberang samudera Atlantik dan tiba di New York, kala itu masih menjadi kooni Belanda.

Legenda dan Mitos Tentang Kopi

Cerita rakyat tentang Tanaman Kopi
mitos kopi
KOPIGIRASCUKIL - Siapapun yang mencoba menelusuri asal-usul kopi mungkin akan menemukan dua legenda yang sangat terkenal. Yakni cerita “Si Kaldi dan kambingnya” dan cerita “Ali bin Omar al Shadhili”. Kedua legenda ini menceritakan awal manusia mengolah buah kopi.


Si Kaldi dan kambingnya
Si Kaldi melaporkan kejadian ini ke seorang biarawan. Si biarawan tertarik dengan cerita si Kaldi dan ia pun mencoba buah tersebut. Efeknya si biarawan merasa seperti mendapat tenaga ekstra, ia bisa terjaga di malam hari tanpa mengantuk untuk berdo’a. Karena rasa buah ini sedikit pahit, biarawan lain mulai mengolahnya dengan memanggang dan menyeduh buah tersebut. Sejak itu kopi dikenal menjadi minuman yang bisa memberikan kekuatan ekstra dan mengusir kantuk.5Cerita ini diambil dari legenda yang berkembang di Etiopia. Syahdan terdapat seorang pemilik kambing bernama Kaldi. Pada suatu hari si Kaldi mendapati kambingnya hiperaktif, melompat ke sana kemari seperti sedang menari. Setelah diselidiki ternyata kambingnya telah memakan buah beri merah dari pohon yang belum dikenali. Dengan rasa penasaran si Kaldi mencoba buah tersebut. Setelah memakannya ia mendapati dirinya berperilaku seperti kambingnya.


Ali bin Omar al Sadhili
Konon di kota Mocha, Yaman, hidup seorang tabib sekaligus sufi yang taat beribadah, namanya Ali bin Omar al Shadhili. Omar terkenal sebagai tabib handal yang bisa menyembuhkan penyakit dengan memadukan tindakan medis dan do’a. Namun sepak terjang Omar tidak disukai oleh penguasa lokal. Dengan berbagai intrik Omar digosipkan bersekutu dengan setan untuk menyembuhkan pasiennya. Akhirnya masyarakat kota Mocha mengusir Omar ke luar kota.


Setelah terusir dari kota, Omar berlindung di sebuah gua yang ia temukan dalam perjalanan. Ia mulai kelaparan dan menemukan buah beri berwarna merah. Omar memakan buah itu untuk mengusir rasa laparnya. Karena rasanya pahit, ia mulai mengolah buah itu dengan cara memanggang dan merebusnya.


Namun biji kopi yang telah diolah Omar tetap tidak bisa dimakan. Ia pun hanya bisa meminum airnya. Tak disangka air yang ia minum memberikan kekuatan ekstra. Singkat cerita, air seduhan yang dibuat Omar mulai terkenal. Banyak orang yang memintanya kepada Omar. Hingga fenomena terdengar penguasa kota. Kemudian Omar dipanggil kembali untuk tinggal di kota. Obat mujarab berupa cairan hitam tersebut disebut dengan nama Mocha.

Kopi Dari Masa Ke Masa

Sejarah Perdagangan kopi di dunia


  • 1000 SM Kopi mulai dikenal oleh suku Galla di Afrika Timur.
  • >5 M Kopi sudah dikenal di pelosok Ethopia
  • 700-1000 M Kopi dikenal pertama kali oleh bangsa Arab sebagai minuman energi (untuk begadang). Penyebaran kopi dimulai saat itu bersamaan dengan penyebaran Islam. Sumber kopi pertama di Mocha salah satu derah di Yaman.
  • 1000 M Ibnu Sina menyelidiki zat kimiawi kopi, dokumennya merupakan dokumen pertama yang diketahui membedah kopi dari ilmu kedokteran dan kesehatan.
  • 1400 M Penyebaran kopi dan kedai kopi pesat di jazirah Arab, terutama Mekkah dan Madinah.
  • 1453 M Kopi diperkenalkan di Konstantinopel oleh bangsa Turki (kekhalifahan Ottoman). Kedai kopi yang pertama kali tercatat di sana bernama Kiva Han, dibuka tahun 1475.
  • 1600 M Paus Clement VIII, menegaskan untuk mempertimbangkan bahwa ‘budaya ngopi’ merupakan sebuah bid’ah, ‘budaya luar’ yang dapat mengancam (infidel) dan karena itu berdosa bagi yang meminumnya. Namun kemudian ia mengizinkan jika ‘ngopi’ menjadi bagian (alternatif) dari makanan/minuman yang halal dimakan oleh seorang Kristen. Pada tahun itu juga, kopi dibawa dari Mekkah ke jazirah India (Asia kecil) oleh orang yang bernama Baba Budan ketika pulang haji dari Mekkah.
  • 1616 M Kopi dibawa dari Mocha (Yaman) ke Belanda.
  • 1645 M Kedai kopi pertama dibuka di Venice, Italia.
  • 1650 M Kedai kopi pertama dibuka di negeri Kristen (Christendom) tepatnya di Oxford.
  • 1658 M Belanda membuka kebun pertama di Ceylon (Srilanka)
  • 1668 M Kedai kopi ‘Edward Lloyd’s’ dibuka di London. Dari kedai kopi inilah kemudian Edward membuka perusahaan asuransi paling terkemuka di dunia Lloyd of London Insurance.
  • 1668 M Kopi mulai dikenal di Amerika Utara.
  • 1669 M Kedai kopi dikenalkan di Paris oleh duta besar Turki kepada raja Louis XIV.
  • 1670 M London gandrung kopi. Kedai kopi dibuka di setiap sudut London. Kopi mulai diperkenalkan di Jerman. Di Brasilia, penanaman kopi di mulai. Jenis kopi yang ditanam adalah Coffea Arabica Lind.
  • 1674 M Petisi Perempuan menentang kopi dikeluarkan di London.
  • 1675 M Hidangan teh (tea house) mulai dikenalkan di Belanda. Sebelumnya yang ada cuma sajian minuman bir/malt.
  • 1675 M Raja Charles II menutup seluruh kedai kopi di London, tuduhan utamanya adalah kedai kopi sebagai tempat pemufakatan makar.
  • 1679 M Ahli kimia di Marseilles, Prancis memberikan kesaksian bahwa kopi merusak dan membahayakan kesehatan.
  • 1679 M Kedai kopi pertama dibuka di Hamburg, Jerman.
  • 1688 M Lebih dari 800 kedai kopi dibuka di daerah Soho (Inggris). Terutama oleh pelarian Kristen Calvinis dari Prancis (Huguenots).
  • 1689 M Café khas Perancis pertama dibuka, bernama Café de Procope-walau dengan suasana krisis setelah pengumuman kopi merusak kesehatan.
  • 1696 M Kedai kopi pertama bernama The King’s Arms dibuka di New York.
  • Seorang warganegara Belanda bernama Zwaardecroon, membawa beberapa benih tanaman dari Mekkah ke Bogor, Indonesia. Dan, menjadi tanaman komoditas terpenting di Hindia Belanda.
  • 1706 M Kopi Jawa diteliti Belanda di Amsterdam.
  • 1714 M Kopi Jawa hasil penelitian, oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin des Plantes oleh raja Louis XIV.
  • 1720 M Kedai kopi Florian bertahan buka di Florence.
  • 1723 M Gabriel du Clieu membawa biji kopi dari Prancis ke Martinique.
  • 1727 M Francisco de Mello membawa biji kopi dari Prancis untuk ditanam di Brazil.
  • 1730 M Inggris menanam kopi di Jamaica.
  • 1732 M Johann Sebastian Bach membuat komposisi Coffee Cantata, di Leipzig. Kantata ini menggambarkan perjalanan spiritual yang juga sebagai parodi atas ketakutan orang Jerman terhadap pesatnya popularitas kopi di German (bangsa Jerman penggemar bir)
  • 1777 M Raja Jerman (Prussia) mengumumkan kritikan dan pelarangan atas kopi, dan mengumumkan bir sebagai minuman nasional Jerman Raya.
  • 1790 M Kedai kopi awal khas British menghilang perlahan tergantikan oleh kedai beer (tavern).
  • 1802 M Cafe sebagai kata yang menunjukkan tempat mulai diperkenalkan di Inggris (sebelumnya coffee house). Kata ini berasal dari kata Prancis ‘eafé’ dan hampir seakar dengan bahasa Italia ‘caffe’. Café menunjukan sebuah tempat yang merupakan restoran dengan menu utama minuman kopi.
  • 1809 M Kopi impor dari Brazil pertama kali masuk pasar Amerika di Salem, Massasuchet.
  • 1820 M Zat Caffeine dalam minuman kopi ditemukan berbarengan oleh tiga penelitian berbeda – dan, tentunya masing-masing peneliti itu bekerja sendiri-sendiri – yang dilakukan oleh Runge, Robiquet, Pelletier dan Caventou
  • 1822 M Prototip dari sebuah mesin kopi espresso dibuat di Prancis.
  • 1839 M Kata ‘Cafetaria’ diperkenalkan sebagai kata hibrida (gabungan) dari Meksiko, Spanyol Dan Inggris.
  • 1859 M Michael Thonet’s Vienna Café chair No. 14 (bangku kedai kopi khusus diperkenalkan pertama kali sebagai ‘bangku yang cocok digunakan sambil menghirup kopi’.
  • 1869 M Cofee leaf rust (jamur kopi) pertama kali diketemukan di Srilanka dan tanaman kopi di Asia.
  • 1873 M Kopi dalam kemasan secara massal diperkenalkan pertama kali di Amerika oleh John Arbukle.
  • 1882 M Dibentuk The New York Coffee Exchange
  • 1869 M Berjangkit suatu penyakit jamur di seluruh Asia yang menyebabkan kerusakkan dari kopi berjenis Coffea Arabica Lind yang waktu itu banyak ditanam di Asia. Hingga pada tahun ini orang mulai menanam bermacam-macam jenis kopi yang banyak terdapat di daerah Congo.
  • 1904 M Mesin espresso dibuat modern oleh Fernando Illy.
  • 1906 M Brazil menaikkan harga kopi setelah menciptakan harga (kurs) tetap untuk komoditas kopi.
  • 1910 M Jerman membuat kopi decaf (pengurangan zat caffein pada kopi seminimal mungkin) Dan diperkenalkan ke Amerika dengan nama Dekafa.
  • 1911 M Pedagang kopi di Amerika membentuk Asosiasi Kopi Nasional.
  • 1915 M Pyrex ditemukan. Pertama kali dipakai sebagai lampu penerangan terutama di perusahaan kereta api sebagai penutup lampu yang tahan panas dan cuaca ataupun benturan fisik. Mulai diperkenalkan sebagai alat dapur, sebagai pengganti kaca. Kedai kopi menggunakan pyrex sebagai gelas tahan panas.
  • 1920 M Kedai kopi ‘baru’ booming di Amerika.
  • 1925 M Vienna Café chair No. 14 diikutkan dalam pameran L’esprit Nouveau di Perancis oleh Le Corbusier. Sampai tahun 1933 bangku model ini diproduksi lebih dari 50 juta.
  • 1927 M Mesin kopi espresso pertama kali diperkenalkan di Amerika. Kedai kopi pertama yang memakai ‘La Pavoni’ di New York. Mesin ini didesain khusus oleh arsitek ternama Italia Gio Ponti.
  • 1928 M Federasi Kopi Kolumbia dibentuk.
  • 1930-1944 M Brazil memusnahkan 78 juta kantong kopi untuk menstabilkan harga.
  • 1938 M Cremonesi membuat pompa piston yang dapat menyemprotkan air panas dengan keepatan tinggi untuk menyeduh kopi.
  • 1938 M Nestle menemukan kopi instan di Brazil, Nestle sampai saat ini merupakan penghasil kopi instan terbesar di dunia.
  • 1939-1945 M Pasukan Amerika membawa kopi instan dalam perang dan memperkenalkannya ke seluruh dunia.
  • 1942 M Kopi menjadi barang yang disimpan secara sembunyi-sembunyi. Di Inggris pada masa ini kopi dijatah pada jumlah tertentu.
  • 1946 M Pabrik Gaggia memproduksi mesin Capucinno secara komersial untuk pertama kali. Kata Capucinno berasal dari warna jubah pendeta Capucin (aliran Francisian-1529).
  • 1948 M Achille Gaggia menemukan mesin kopi espresso secara massal di Milan.
  • 1952 M Mesin Gaggia diimpor ke Inggris. Pada tahun ini kedai kopi setelah perang dunia kedua untuk pertama kali dibuka di London di bulan Juli.
  • 1953 M Bar Espresso menyebar di seluruh Soho. Yang pertama kali adalah Mocha di jalan 29 Frith Street.
  • 1954 M Pembatasan kepemilikan sejumlah komoditi seperti kopi berakhir dengan berakhirnya masa transisi perang dunia kedua.
  • 1957 M Catherine Uttley mendaftar ada 200 bar kopi di London. Mulai banyak yang bar kopi yang memakai plastik mulai dari peralatan dapur, makan, lantai sampai furnitur.
  • 1960 M Bar kopi tercatat bertambah dua kali lipat dari 1,000 menjadi 2,000 di seluruh Inggris, terbanyak di London, sekitar 500 buah.
  • 1962 M Puncak dari konsumsi kopi per kapita di Amerika, 3 cangkir per orang per hari.
  • 1962 M Perjanjian Internasional mengenai perdagangan kopi dibuat, tujuannya mengontrol harga.
  • 1964 M Bar kopi sekarat di Inggris, tergantikan oleh restoran dengan berbagai hidangan.
  • 1970 M Mokha café tutup setelah dikomplain sinis oleh penulis Amerika William S Burrough.
  • 1971 M Gerai Starbuck pertama dibuka di Seattle.
  • 1973 M Fair Trade Coffee pertama kali diimpor ke Eropa dari Guatemala.
  • 1975 M Brazil menderita karena gagal panen, harga kopi dunia meroket.
  • 1989 MPerjanjian Kopi Internasional gagal menstabilkan harga. Dalam sejarah perdagangan kopi turun ke tingkat yang paling rendah.
  • 1990 M Beberapa kedai kopi tutup karena penataan ruang (redevelopment) di Inggris. Diperkenalkan organic coffee yang menjadi primadona di pasar kopi dunia.
  • 1998 M Starbuck mencapai 2.000 gerai di Amerika saja. Di seluruh dunia 5.715 gerai. Sedangkan di Indonesia telah dibuka sebanyak 11 gerai. Starbuck memposisikan diri sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.

Sejarah Tanaman Kopi dan Penyebarannya di Seluruh Dunia

Perdagangan Kopi di seluruh dunia

KOPIGIRASCUKIL - Sejarah mencatat tanaman kopi berasal dari Abyssinia di Afrika yang saat ini mencakup wilayah negara Etiopia dan Eritrea. Tidak banyak diketahui bagaimana orang-orang Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi. Biji kopi menjadi komoditas komersial setelah dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman.


Di masa awal, bangsa Arab memonopoli perdagangan biji kopi. Mereka mengendalikan perdagangan lewat Mocha, sebuah kota pelabuhan yang terletak di Yaman. Saat itu Mocha menjadi satu-satunya gerbang lalu-lintas perdagangan biji kopi. Demikian strategisnya pelabuhan tersebut dalam perdagangan kopi, sampai-sampai orang Eropa menyebut kopi dengan nama Mocha.
Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Karena iklim Eropa tidak cocok untuk tanaman kopi, mereka membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Salah satunya di Pulau Jawa yang dikembangkan oleh bangsa Belanda. Untuk masa tertentu kopi dari Jawa sempat mendominasi pasar kopi dunia. Saat itu secangkir kopi lebih popular dengan sebutan “Cup of Java”, secara harfiah artinya “secangkir Jawa”.
Sebelum lebih jauh menelusuri sejarah kopi ada baiknya kita mulai dengan asal-usul kata “kopi” itu sendiri. Menurut Wiliam H. Ukers dalam bukunya All About Coffe (1922) kata “kopi” mulai masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa sekitar tahun 1600-an. Kata tersebut diadaptasi dari bahasa Arab “qahwa”. Atau, mungkin tidak langsung dari istilah Arab tetapi melalui istilah Turki “kahveh”.
Di Arab istilah “qahwa” tidak ditujukan untuk nama tanaman tetapi merujuk pada nama minuman. Malahan ada beberapa catatan yang menyebutkan istilah tersebut awalnya merujuk pada salah satu jenis minuman dari anggur (wine). Namun para ahli meyakini kata “qahwa” digunakan untuk menyebut minuman yang terbuat dari biji yang diseduh dengan air panas. Biji tersebut diketahui berasal dari buah yang dihasilkan tanaman kopi.
Masih menurut Ukers, asal-usul kata “kopi” secara ilmiah mulai dibicarakan dalam Symposium on The Etymology of The Word Coffee pada tahun 1909. Dalam simposium ini secara umum kata “kopi” diyakini merujuk pada istilah dalam bahasa arab “qahwa”, yang mengandung arti “kuat”.
Ada juga pihak yang menyangkal istilah kopi diambil dari bahasa Arab. Menurut mereka istilah kopi berasal dari bahasa tempat tanaman kopi berasal yakni Abyssinia. Diadaptasi dari kata “kaffa” nama sebuah kota di daerah Shoa, di Selatan Barat Daya Abissynia. Namun anggapan ini terbantahkan karena tidak didukung bukti kuat. Bukti lain menunjukkan di kota tersebut buah kopi disebut dengan nama lain yakni “bun”. Dalam catatan-catatan Arab “bun” atau “bunn”digunakan untuk menyebut biji kopi bukan minuman.
Dari bahasa Arab istilah “qahwa” diadaptasi ke dalam bahasa lainnya seperti seperti bahasa Turki “kahve”, bahasa Belanda “koffie”, bahasa Perancis “café”, bahasa Italia “caffè”, bahasa Inggris “coffee”, bahasa Cina “kia-fey”, bahasa Jepang “kehi”, dan bahasa melayu “kawa”. Pada faktanya hampir semua istilah untuk kopi di berbagai bahasa memiliki kesamaan bunyi dengan istilah Arab.
Khusus untuk kasus Indonesia, besar kemungkinan kata “kopi” diadaptasi dari istilah Arab melalui bahasa Belanda “koffie”. Dugaan yang logis karena Belanda yang pertama kali membuka perkebunan kopi di Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan kata tersebut diadaptasi langsung dari bahasa Arab atau Turki. Mengingat banyak pihak di Indonesia yang memiliki hubungan dengan bangsa Arab sebelum orang-orang Eropa datang.
Sejarah Budidaya dan Perdagangan Kopi di Dunia

Sejarah budidaya penanaman kopi dan perdagangannya bermula dari semenanjung Arab. Sepanjang abad 15 dan 16 kopi telah ditanam, dipanen dan diperdagangkan untuk dikonsumsi di seluruh tanah Mesir, Siria dan Turki. Dalam kurun waktu itu Yemen merupakan penghasil utama kopi dan bangsa Arab dengan seksama menjaga perkebunan kopi yang makin bernilai.


Pada saat itu kopi menjadi minuman utama di Negara-Negara Muslim. Kepopuleran kopi bisa jadi disebabkan oleh dua hal yaitu karena memberikan efek bugar kepada tubuh dan sebagai pengganti minuman khamar atau alkohol yang memang dilarang oleh Islam.


Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania, dan India. Kisah pengembaraan umat Muslim tidak terlepas dari kopi, kemanapun orang Muslim menyebarkan agamanya, kopi selalu dibawa. Sehingga pada abad ke-13 kopi sudah menyebar ke Afrika Utara, Negara-Negara Mediterania dan India. Pada abad ke-14 dan 15, budaya minum kopi sudah menyebar di Turki, Mesir, Syiria, Persia.
Sampai abad ke-16 seluruh produksi kopi masih dikuasai Arab. Namun pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Makkah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.

Apa Itu Cold Brew dan Ternyata Asalnya Dibuat Dari Tanah Jawa

Sejarah Kopi dan penyeduhannya
Cold Brew Coffee, Minuman yang dibuat oleh orang Jawa
KOPIGIRASCUKIL - Cold Brew Coffee atau Kopi seduh dingin adalah sari kopi yang diseduh dengan metode seduh kopi dingin. Metode ini diyakini mampu menjaga rasa kopi tetap kaya dan mengurangi kadar keasamannya.


Disebut seduh dingin, karena berbeda dengan model penyeduhan yang kita kenal, Cold Brew disiapkan dengan sama sekali tak mencampurkan air panas ke dalam tumbukan kopi sangrai.


Air panas, menurut para penggiat Cold Brew, akan "membakar" cita rasa kopi yang sesungguhnya. Sementara air dingin, menjaga rasa kopi tetap utuh. Selain itu, teknik perendaman yang digunakan diyakini mampu mereduksi tingkat keasaman kopi sehingga menjadi sangat ramah lambung dan menghasilkan rasa manis.


Jangan rancu antara seduh dingin dengan es kopi, ya. Es kopi adalah mencampurkan pecahan es batu dalam segelas kopi, sedang Cold Brew lebih pada teknik penyeduhan yang mengharamkan penggunaan air panas.


Merunut sejarahnya, Cold Brew dikenalkan selama masa penjajahan. Adalah tentara Prancis yang pertama mengenalkannya, tepatnya, mereka yang berjaga di Benteng Magazran, Aljazair, medio 1800-an. Caranya adalah dengan mencampur konsentrat kopi yang sudah diberi pemanis dengan air dingin sebelum disajikan. Model racikan ini kemudian dikenal sebagai kopi Magazran.


William H Uker dalam buku "All about Coffee" menyatakan, kopi Magazran mulai mendunia setelah para tentara tersebut kembali ke negaranya. Mereka kemudian mengenalkan model peracikan kopi ini secara luas. Mereka menamakannya "sirup kopi". Namun versi lain menyebut, Cold Brew lahir jauh sebelumnya. Tepatnya pada abad ke-17 di Asia, khusus di Indonesia.


Harian Inggris The Guardian melansir bahwa racikan kopi yang juga dikenal sebagai Kyoto Coffee ini sudah dikenal sejak 1600-an di Jepang. Yang mengenalkan versi menyeduh kopi tanpa air panas ini adalah para makelar kopi Jawa di negara itu. Pada abad itu, kopi Jawa sudah mendunia dan terkenal sebagai kopi "juara".


Belanda yang pertama membawa benihnya dari Pelabuhan Mocha, Yaman, dan diuji coba di Pulau Jawa. Hasilnya, sangat memuaskan. Kopi yang tumbuh di Jawa bahkan lebih enak cita rasanya ketimbang kopi dari daerah asalnya di tanduk Afrika. Sejak itu, kopi menjadi salah satu komoditas andalan Belanda.


Popularitas kopi Jawa -- meski kemudian ditanam tak hanya di Jawa tapi juga Sumatra -- dengan cepat terkerek di pasar dunia, terutama Eropa. Jepang menjadi salah satu perantara perdagangan. Para pedagang kopi membawanya langsung dari Jawa ke Pelabuhan Kyoto. Di sinilah para makelar kopi ini belajar tentang cara menyeduh para pedagang yang perlu waktu berminggu-minggu untuk mengirim dagangannya; seduh dingin.


Caranya, mereka merendam kopi dalam jumlah besar dengan air matang dingin selama kurun waktu tertentu, sebelum kemudian menyaring dan memasukkannya ke dalam wadah-wadah kecil untuk memudahkan saat dikonsumsi. Tujuannya, agar lebih praktis saat dikonsumsi selama mereka mengarungi Samudera Pasifik, tak perlu repot menyiapkan seperti saat mereka membuat kopi dengan teknik seduh panas.


Bagaimana jika menginginkan kopi panas? Gampang, kopi dingin dalam botol tinggal dituang dalam panci, dipanaskan sejenak dan siap dikonsumsi. Kepraktisan membuat kopi ini dengan cepat populer di Kyoto. Layaknya sake, botol-botol Cold Brew juga gampang dibawa ke mana pun, tinggal buka tutupnya dan tenggak. Teknik ini merupakan pengembangan dari teknik perendaman teh yang telah lebih dulu ada di Jawa.


Jepang juga sudah mengenal tradisi minum teh saat itu, tapi mereka sama sekali tak punya kebun kopi. Keuntungan sebagai pelabuhan perantara inilah yang dimanfaatkan Jepang untuk mengadopsi teknik menyeduh dingin dari Jawa. Mereka membuat teknik sendiri dengan alur kerja hampir sama. Mereka melabel cara ini sebagai Kyoto drip method. Nama Kyoto Coffee kemudian lebih dulu mendunia.


Inggris baru terjun menjual produk Cold Brew pada pertengahan abad 20. Seduh dingin gaya Jepang yang sebetulnya berasal dari Nusantara ini masih banyak dipraktikkan hingga saat ini dan memperkaya khazanah penyeduhan kopi.


Kopi Giras juga menggunakan teknik Cold Brew ini di semua varian kopi yang kini bisa dinikmati pelanggan kapanpun.


Instagram KOPI GIRAS BANJARNEGARA


Info Section Text